Meria Fitriwati

Nama Meria Fitriwati, S.Pd mengajar di MAN 3 Pesisir Selatan Sumatera Barat. Berasal dari Kamang Mudik Kab. Agam Sumatera Barat. Tamatan S1 Pendidikan Bahasa In...

Selengkapnya
PW atau PY Bahagianya Sama

PW atau PY Bahagianya Sama

#TantanganGurusiana

Tantangan Menulis hari ke 23

PW atau PY Bahagianya Sama

Ingat ketika kuliah dulu, paling sering dengar kata PW. Pernah suatu ketika teman satu kos bercanda dengan menyebutkan, "cie cie yang mau jadi PW." Seketika aku bingung dan segera bertanya.

"PW itu apa kak?" Lalu kakak kos yang sekamar denganku orang medan itu bilang sambil melempar senyum manis dan sedikit mengangkat alis mata pertanda lagi bercanda. "Pendamping wanita," jelasnya. "Pendamping wanita itu apa?" Kataku lagi semakin tidak mengerti.

Lalu mereka pada tertawa ngakak. Tentu saja aku heran, tidak lucu tetapi mereka tertawa. Akhirnya kakak yang dari kamar sebelah menjelaskan lagi bahwa PW itu adalah pendamping wisuda. Katanya yang bisa jadi PW itu adalah orang-orang yang di undang dan masuk ke gedung tempat wisuda menemani wisudawan atau wisudawati.

Jika yang diwisuda itu belum menikah maka biasanya yang sering menjadi PW itu adalah orang tuanya. Namun, jika mereka sudah menikah biasanya yang menjadi PW itu istri atau suaminya. Ada juga yang menjadikan pacarnya menjadi PW tetapi lebih sering mereka hanya menemani di luar gedung saja jika yang wisuda sudah keluar ruangan.

Keesokan harinya aku dan teman jalan-jalan melihat orang wisuda walau sa'at itu tidak ada orang terdekat kami yang wisuda. Orang-orang terdekat di kampus itu seperti: teman, sahabat, kakak yang sama-sama di forum kampus atau siapa saja yang dianggap dekat dengan kami. Akhirnya penasaranku akan PW terjawab sudah. Bagi yang punya orang tua atau keluarga maka mereka akan sibuk berfoto-foto di waktu itu. Sama halnya bagi yang punya teman spesial. Mereka berfoto bersama. Aku hanya bisa menyimak dan memperhatikan saja.

Terbersit di hatiku. Aku ingin jadi PW suatu sa'at nanti dengan orang terdekatku, tepatnya suamiku. Aku ingin mendampinginya di saat bahagia ini, berfoto dengan begitu dekatnya. Tetapi jika aku menikah otomatis suamin sudah wisuda itu jika kau menikah dengan senior. Namun, jika masih mau jadi PW maka suami harus kuliah lagi lanjut S2. Bagaimana jika belum atau tidak?

Ah aku harus melupakan impianku jadi PW cukup aku jadi istri baik saja untuk suami, pikirku.

Tepat hari Senin tanggal 17 Februari 2020 akhirnya impianku dulu yang sudah kukuburkan hadir lagi sekarang. Suami mengajak untuk menemaninya mengikuti Yudisium PPG. Awalnya aku sedikit ragu dan menolak untuk pergi karena mengingat anak-anak kami masih kecil-kecil dan bisa saja nanti agak ribet saat acara. Namun, suami bilang, ikut saja karena kebersamaan itu menyenangkan.

Akhirnya rasa kangen ingin jadi PW dahulu di masa kuliah kini terbukti dan aku senang bukan kepalang. Alhamdulillah ya Allah dengan kebersamaan ini membuat aku benar-benar merasa apa yang kuinginkan telah dikabulkan Allah SWT di waktu yang tepat. Hari itu aku menjadi PY (pendamping yudisium PPG) seolah-olah menjadi PW. Alhamdulillah. Terima kasih kepada suamiku yang selalu ingin akan kebersamaan kita.

Rabu, 19 Februari 2020 jam 21.31 WIB oleh Meria Fitriwati

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post