Meria Fitriwati

Nama Meria Fitriwati, S.Pd mengajar di MAN 3 Pesisir Selatan Sumatera Barat. Berasal dari Kamang Mudik Kab. Agam Sumatera Barat. Tamatan S1 Pendidikan Bahasa In...

Selengkapnya
Idola di Rumahku

Idola di Rumahku

#TantanganGurusiana

Tantangan Menulis hari ke 24

Idola di Rumahku

Setiap kita tentu punya orang yang kita suka bahkan kita menempatkannya lebih dari kata suka, yaitu sebagai idola. Mendengar kata idola berarti kita telah meletakkan sang idola itu sesuatu yang lebih dari yang lainnya.

Di rumah kami diramaikan oleh 5 perempuan dan satu laki-laki. Mereka adalah satu orang sebagai istri dan ibu, itu adalah saya. Satu sebagai suami dan ayah, dia adalah suamiku dan ayah bagi anak-anakku. Dan empat orang perempuan kecil yang menggemaskan. Dengan melihat mereka selalu mendatangkan rasa cinta yang begitu amat dalam. Bersyukur akan rahmat dan nikmatNya atas semua kehadiran mereka. Alhamdulillah.

Kembali bercerita tentang idola. Maka biasanya sang idola itu akan menjadi orang teristimewa. Perhatiannya sangat dibutuhkan. Cintanya dikejar-kejar. Kasih sayangnya diimpikan.

Nah siapa idola di rumahku? Dan siapa saja yang menjadikannya idola?

Aku pikir dia-lah suamiku. Suamiku di idolakan oleh empat gadis cantik kami dan juga aku. Aku tentu saja mengidolakannya jauh sebelum anak kami menjadikannya idola. Dulu ketika aku masih jadi mahasiswi baru dan aku sangat mengidolakan seniorku. Dia baik, suka senyum, punya jiwa kepemimpinan. Terbukti selama dua periode berturut-turut dia lah yang menjadi ketua Hima di jurusan kami. Keren bukan? Belum lagi setelah tamat prediket cumlaude juga melekat pada dirinya.

Aku sungguh mengidolakannya saat itu, ingin ada di sampingnya namun tentu saja setelah kami sah dan halal untuk bisa bersama. Sekarang impianku menjadi nyata ya g diawali dengan telfon masuk ke gawaiku. Nomor baru tetapi aku yakin mungkin ini orang yang bisa membuat aku senang. Benar sekali kami berjodoh dan sampai sekarang dia-lah idola di rumah kami.

Aku bangga padanya dan kami sering mengajarkan kepada anak-anak gadis kami bahwa kita harus mengidolakan Rasulullah Saw. Karena banyak ilmu dan semua pedoman hidup bisa kita pelajari dari nabi besar Muhammad Saw. Anak-anak mulai bertanya tentang nabi Muhammad. Secara perlahan kami mencoba memberi pengertian kepada mereka.

Jadi dengan mengidolakan suami untukku dan ayah untuk anak-anakku, kami bisa mengenal nabi Muhammad Saw dengan semua keteladanannya dan menjadikannya idola dalam bertindak di muka bumi ini insyaAllah. Aamiin ya rabbal'alamiin.

Kamis, 20 Februari 2020 jam 21.16 WIB oleh Meria Fitriwati

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post